Jangan Langsung Turuti Permintaan Anak

Dalam proses editing

Jika anak anda meminta beli sesuatu yang disertai dengan raungan tangis yang memekakkan telinga, apa yang ayah bunda perbuat ? Langsung membelikan atau bahkan memarahi ?


Terkadang antara si ayah dengan si bunda terjadi perselisihan dalam menangani kejadian ini. Tipe irit dan tidak boros pada sebagian besar wanita akan memilih memarahi atau mencubit pantat si anak. 

Berbeda dengan si ayah yang mempunyai dasar sebagai seorang laki-laki yang tidak mau ribut masalah sepele dan tidak tega, pastilah segera membelikan yang diminta si kecil.


Perbedaan perilaku antara ayah dengan bundanya ini bisa direkam oleh si anak dan menghasilkan keputusan yang cerdas, bahwa dari kedua orangtua nya yang paling dia sukai adalah si ayah. Jadi apabila si anak meminta sesuatu pasti memilih minta ke ayah. 


Lalu bagaimana permaianan cantik tersebut agar si anak tidak manja dan  memaksakan kehendak untuk meminta dibelikan sesuatu ? "Challenge" atau berikan tantangan yang mendidik kepada si anak.


Tantangan ini harus dilaksanakan terlebih dahulu, kalau sudah dikerjakan oleh si anak barulah permintaannya bisa dituruti.


Inilah beberapa contoh tantangannya :


1. Suruh si anak membersihkan lantai / menyapu terlebih dahulu, atau


2. Suruh si anak merapikan tempat tidurnya, atau


3. Suruh si anak membaca buku atau mengerjakan tugas matematika, atau


4. Bisa juga anak menyetorkan hafalan surah-surah pendek, dsb.


Pelajaran berharga yang ditanamkan untuk anak adalah Melatih Kesabaran & Tanggung Jawab. Sedangkan pelajaran yang bisa dipetik sebagai orangtua adalah "Komunikasi". 

Satu kata yang sederhana namun perlu pemahaman yang mendalam. Yang dimaksud komunikasi disini bukan hanya sekedar berbicara antara si ayah dan si bunda. Tetapi menyatukan visi dan misi keluarga dalam membentuk karakter anak-anak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jangan Langsung Turuti Permintaan Anak"

Post a Comment