Memberi Pengetahuan Dan Pengalaman Yang Bisa Menumbuhkan Jiwa Berdagang Anak Millenial

dalam proses editing

MENGAPA PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN BERDAGANG PENTING BAGI ANAK ? 

Salah satu pendidikan tumbuh kembang anak yang harus kita berikan adalah pengetahuan dan pengalaman berdagang. Berdagang bukan hanya transaksi jual dan beli saja. Namun banyak ilmu yang bisa kita sisipkan didalamnya. 

Barang dagangan dan lokasi terjadinya transaksi. Alat tukar menukar berupa uang, terkadang ada tawar menawar harga. Yang semuanya  menjadi satu kesatuan yang harus kita sampaikan kepada anak-anak.

Proses berpindahnya kepemilikan barang dari penjual ke pembeli. Hasil usaha dari barang dagangan yang laku. Sisa barang yang belum terjual. Begitu komplek proses perdagangan itu, sehingga akan lebih mudah diserap dan dipahami oleh anak apabila mereka langsung mengalami sendiri.

TEMPAT YANG KOMPLEK TERJADINYA PROSES BERDAGANG ADALAH DI PASAR TRADISIONAL. 



Pasar tradisional sudah mencakup semua proses dalam perdagangan. Bagian-bagian perdagangan itu terdiri dari :

1. Tempat Berjualan

2. Penjual

3. Pembeli

4. Alat tukar menukar,  dan

5. Barang dagangan. 

Proses berdagang yang merangsang keingintahuan anak bisa dimulai dari pembelian bahan mentah. Biarkan anak yang membeli sendiri bahan mentahnya. Beri catatan bahan apa saja yang dibeli. Lalu bahan diolah/dimasak. Libatkan anak dalam proses memasak. Setelah matang ajarkan anak untuk menjual kepada teman atau saudara. Jika produk sudah laku berikan hasil penjualan bersihnya. Yaitu setelah dikurangi pembelian bahan dan biaya operasional lainnya. Jelaskan bahwa yang boleh diambil adalah keuntungannya. Sedangkan modal untuk perputaran usaha atau untuk membeli bahan mentah lagi. 


PERKENALKAN SEBUAH USAHA YANG BERSISTEM. 


Perbedaan antara pedagang dengan pebisnis adalah di sistem dan manajemen. Setelah anak mengalami pengalaman berbelanja dipasar tradisional, segera berikan penjelasan bahwa yang berjualan itu disebut pedagang. 

Selanjutnya pengetahuan tentang pebisnis, anak bisa anda ajak ke Mall atau Mart yang banyak cabangnya. Ajarkan proses membeli barang di Mart dan beri pengalaman membayar ke kasir. Berikan pengetahuan bahwa kasir itu adalah seorang pegawai. Sedangkan pemilik berada jauh diluar kota. Pemilik hanya mengecek lewat komputer dan laporan dari karyawannya. Imaginasi anak akan luas dengan adanya pengetahuan tentang perbedaan antara pedagang dengan pebisnis. 


AJARKAN ANAK BERDAGANG SESUAI DENGAN JAMANNYA. 

Setelah anak mendapat pengetahuan dan pengalaman transaksi jual beli di pasar tradisional dan berbelanja di Mart. Tibalah waktunya ambil android anda dan buka aplikasi toko online. Bebaskan anak memilih produk yang dia suka. Berikan penjelasan bahwa ini adalah proses jual beli secara online. 

Jaman milenial yang serba digital tidak membutuhkan toko atau tempat berjualan secara fisik seperti pasar tradisional dan Mart. Hanya memenfaatkan aplikasi,  penjual dan barang dagangan jauh berada diluar kota bahkan diluar negeri. Pembayaran pun memakai uang virtual. Setelah pesan dan pembayaran selesai,  berselang beberapa hari barang akan datang. 

Percepatan didunia usaha dan persaingan semakin ketat. Alangkah bijaksana orangtua yang mempersiapkan putra putri nya untuk menghadapi era digital. 





Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Memberi Pengetahuan Dan Pengalaman Yang Bisa Menumbuhkan Jiwa Berdagang Anak Millenial"