Apa Dan Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Mengapa memahami PAUD itu penting? Kenapa kita harus mengerti jenis pendidikan untuk anak prasekolah? Apa saja komponen pelaku PAUD? 


Latar belakang dan perkembangan PAUD

Menurut Departemen Pendidikan Nasional Indonesia:

PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan dengan memberi rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 

Pemerintah kita saat ini sedang menggalakkan pendidikan anak usia dini diberbagai wilayah di Indonesia. Diharapkan anak yang mengikuti pendidikan sejak dini akan lebih disiplin, mandiri dan mudah menyerap ilmu pengetahuan. 


Harapan pemerintah dan elemen masyarakat

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mensosialisasikan dan mengimplementasikan gerakan pendidikan anak usia dini. Kesempatan mendapatkan pembelajaran lebih merata diberbagai wilayah tanpa adanya kendala faktor ekonomi keluarga. 

Bukti keseriusan pemerintah akan pendidikan anak usia dini dituangkan oleh Direktorat PAUD yang merupakan bagian dari Pendidikan Luar Sekolah (PLS), kedalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)  No. 20 tahun 2003. 

Komitmen internasional dalam perkembangan PAUD berdasarkan Komitmen Jomtien Thailand tahun 1990; Deklarasi Dakkar, Senegal tahun 2000 tentang Education For All (EFA) ; serta Komitmen New York, AS tahun 2002. Negara Indonesia yang ikut didalamnya harus kita apresiasi dan dukung. 


Jalur formal dan nonformal pendidikan anak usia dini. 

Di Indonesia kita mengenal ada dua jalur yaitu formal  berupa Taman Kanak-kanak (TK)  dan PAUD nonformal yang diselenggarakan secara mandiri oleh masyarakat serta berbagai organisasi keagamaan. 

Sesuai UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 28 disebutkan :

1. Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. 
2. Pendidikan Anak Usia Dini dapat diselenggarakan melalu jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. 
3. Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. 
4. Pendidikan Anak Usia Dini jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman atau Tempat Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. 
5. Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. 

Para pelaku Pendidikan Anak Usia Dini. 

Berikut komponen yang mendukung berhasil atau tidaknya pendidikan anak usia dini :

1. Keluarga

Sekolah utama dan pertama bagi anak adalah orangtuanya. Peran pendidik ayah dan ibu begitu dominan pengaruhnya. 

Dari seorang ibunya anak belajar merasakan kasih sayang, kehangatan dan berbagai macam rangsangan. Diharapkan ibu selalu membersamai anak selama masa usia dini. Unsur kelekatan antara anak dan ibu memegang peranan penting. 

Dari seorang ayahnya anak belajar mandiri, bertanggung-jawab dan merasakan aman. Keterlibatan ayah pada pola asuh anak sangat menentukan keberhasilan. 

Dalam upaya mengembangkan kreativitas dan tumbuh kembang anak usia dini sebaiknya memakai pola children perspective. Yaitu pendidikan yang berpusat pada anak. Pola ini membuat anak usia dini sudah mengenal rasa tanggung-jawab, tidak pemalu dan memiliki rasa empati. 

Pola pengasuhan anak ini mengutamakan interaksi yang terjadi antara orangtua dan anak dalam pemenuhan kebutuhan anak. Pada usia ini sepenuhnya anak menyandarkan diri dalam memuaskan kebutuhannya. Jika semua kebutuhan terpenuhi maka anak akan merasa aman sehingga rasa percaya diri terbentuk. 

Selama ini orangtua sering memakai pola parents perspective. Dimana orangtua berposisi sebagai leader sedangkan anak sebagai follower. Disini posisi anak dipandang semata-mata sebagai objek yang tidak berdaya, harus menurut dan memandang anak pada posisi lemah. Pola ini tidak menguntungkan bagi tumbuh kembang anak. 

2. Sekolah

Konsep diri anak pada masa usia sekolah Taman Kanak-kanak selain dari keluarga juga dari pihak sekolah. Pembina di sekolah harus intens berinteraksi dengan anak. Jangan sampai ada kerancuan antara pendidikan di sekolah dengan di rumah. 

Biasanya pada usia ini anak lebih percaya pada pembelajaran sekolah dibandingkan dengan di rumah. Hal ini sebaiknya dihindari agar orangtua juga bisa maksimal dalam memberikan pendidikan pada anak. 

Namun yang paling penting adalah kurikulum yang dibuat sekolah jangan sama dengan SD atau SMP. Anak-anak harus belajar sesuai jadwal pelajaran. Belum lagi pada sore hari anak-anak sudah diberikan berbagai les yang padat. Sehingga waktu semakin sedikit bahkan kehilangan masa-masa bermain. 

Penelitian menyebutkan bahwa anak yang terpenuhi kebutuhan bermainnya memiliki keterampilan mental yang lebih tinggi. Terlatih untuk terus-menerus meningkatkan diri mencapai kemajuan. 

Pendekatan dalam metode pembelajaran di TK ada dua :


A. Teacher Oriented

Pendekatan yang berpusat pada guru, dimana guru berperan mengajar sedangkan anak sebagai pendengar pasif. Anak-anak lebih banyak duduk mendengarkan penjelasan guru. 

Pada pendekatan ini guru tidak memberikan kesempatan pada anak untuk mengekpresikan perasaan, untuk berpikir dan menemukan pemecahan masalah. 


B. Children Oriented

Pendekatan yang berpusat pada anak, dimana guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Guru berpegang pada kemampuan yang akan dicapai anak. Guru memberi kesempatan pada anak untuk mengutarakan perasaan dan pengalaman melalui berbagai interaksi. 

Anak dengan bebas melakukan apapun, memegang, menulis, menggambar dengan caranya sendiri. Menguraikan pengalamannya sendiri. Ruangan kelas tidak dibuat kaku seperti anak sekolah. Permainan diluar kelas, dihalaman bahkan di lingkungan sekitar menjadi pengalaman yang menyenangkan. 


3. Lingkungan masyarakat

Tempat anak menyerap informasi, fakta, belajar bahasa, tempat bergaul dan bersosialisasi turut mendukung terwujudnya konsep diri anak yang unggul. 

Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk memberikan suasana kondusif bagi perkembangan mental anak. Lingkungan harus dapat menyediakan kesempatan bermain yang beragam dan sesuai dengan perkembangannya. 

Lingkungan juga harus menciptakan kebutuhan untuk mengeksplorasi diri secara aman. Selain itu, lingkungan harus turut mendukung terciptanya nilai-nilai spiritual. Pusat perjudian, lokalisasi atau tempat mabuk-mabukan jelas sangat berbahaya bagi perkembangan mental anak. 


4. Negara

Kewajiban negara menyediakan fasilitas bagi anak agar dapat mengeksplorasi lingkungan dengan aman dan nyaman. Misalnya, membangun sarana-sarana bermain anak yang memadai. 

Di kota-kota besar mulai sulit menemukan tempat bermain yang kondusif. Jika ada itupun harus membayar tiket untuk dapat masuk ke lokasi bermain. 

Kebijakan pemerintah dalam mendukung optimalisasi pendidikan anak usia dini seharusnya dikeluarkan. Misalnya, memberikan penyuluhan akan pentingnya PAUD, meningkatkan kualitas orangtua dan instansi yang berkaitan dengan PAUD. 

Beban seorang ibu yang mencari nafkah menjadi permasalahan tersendiri untuk keberhasilan pendidikan anak usia dini. Negara tidak boleh lepas tangan karena mempunyai undang-undang perlindungan bagi setiap warganya. 

Fasilitas biaya kesehatan murah dan pemberian  nutrisi bagi anak usia dini juga wajib dipenuhi oleh negara. 

Dengan adanya sinergi antara keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan negara dalam perannya masing-masing, diharapkan dapat dilakukan tanpa hambatan. Sehingga keberhasilan penanaman konsep anak unggul pada anak usia dini dapat tercapai. 

Subscribe to receive free email updates:

20 Responses to "Apa Dan Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) "

  1. Komponen pendukung berhasil atau tidaknya pendidikan anak usia dini yang pertama adalah keluarga ya.. bukan sekolah ... artinya keluarga kata kunci utamanya bukan melepaskan tanggung jawab kepada sekolah ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali . keluarga yang utama dan pertama memberikan pendidikan dan karakter anak

      Delete
  2. Paling utama dan terutama memang keluarga, sekolah memang harus paham dan bisa mengatur bagaimana sistem pendidikan bagi peserta didik. Tapi keluarga, terutama bagi anak-anak usia dini penting sekolah untuk membantu menyukseskan pendidikan usia dini ini

    ReplyDelete
  3. bagi saya ibu bekerja PAUD juga membantu untuk memberikan pendidikan kepada anak. Alhamdulillah sudah nemu yang cocok di dekat rumah.

    ReplyDelete
  4. Saya pernah menulis pengalaman saya memasukkan anak saya ke Kelompok Bermain saat usia 20 bulan. Saat itu lagi kebetulan di di luar kota 2 bulan dampingin Abinya kuliah. Karena gaka da teman, dia saya ajak ke PAUD untuk sosialisasi. Alhamdulillah dia senang dan malah jadi cepat bicara

    ReplyDelete
  5. Menurutku, pendidikan paling utama untuk anak dimulai dari keluarga
    Apalagi untuk anak usia dini yang masih butuh perhatian lebih. Sekolah hanya sebagai pendukung pendidikan

    ReplyDelete
  6. Pendidikan anak usia dini sangat penting sebenarnya, bukan memaksakan anak sekolah sejak kecil tapi lebih mengajarkan ke anak sosialisasi, belajar, membaca, mewarnai, bernyanyi, menghapal doa-doa serta mengenal tanggung jawab dll.

    ReplyDelete
  7. Yang paling utama adalah pendidikan sang ibu karena dia adalah guru yang terbaik dalam kehidupan sang anak.

    ReplyDelete
  8. PAUD bagus ya untuk tumbuh kembang anak karena melatih kemampuan motorik. Soalnya kalau anak masuk TK sekarang diajarkan baca tulis..jadi kurang bergerak anak nya..Kalau PAUD kan banyak bermain nya ya kak ..

    ReplyDelete
  9. pendidikan usia dini sangat menentukan perkembangan usia-usia mendatang. semoga anak2 dididik dengan bahagia, bisa menjadi pribadi yang berkarakter

    ReplyDelete
  10. Pengalamanku ngajar paud, sangat menyenangkan buat aku sendiri dan tentunya buat si anak. Aku meraskaan bagaimana ada pembiasaan baik yang mereka dpaat kemudian di praktekan di rumah. Karena kami selalu melibatkan moral values dlama kehidupannya dan hadist² agama

    ReplyDelete
  11. Dan pengaplikasian berdasarkan hadist² yang kami beeikan

    ReplyDelete
  12. Pentingnya sekolah PAUD itu bahkan kerasa ketika anak sudah masuk TK. entah, memang ada yang beda antara anak yang pernah PAUD dgn yg tidak. Tapi kembali ke anak dan dan ortunya sih.

    ReplyDelete
  13. Pendidikan pra sekolah formal seperti di PAUD ini sangat membantu anak-anak untuk merangsang kecerdasannya. selain itu juga PAUD dapat dijadikan tempat untuk belajar dan bermain yang menyenangkan buat anak-anak

    ReplyDelete
  14. Kalau di daerah tempat ibuku tinggal, ada yang memasukkan anaknya ke PAUD ada yang langsung ke TK.
    Alasan nya beragam, anak mudah bosenan dan terlalu lama sehingga memakan biaya yang nggak sedikit. Itu sih balik lagi ke orang tua dan anaknya.

    Jika orang tua sanggup membiayai dan anaknya mau masuk PAUD terlebih dahulu,karena tiap anak berbeda.
    ada yang senang banget,ada juga yang kadang senang kadang ogah ogahan

    ReplyDelete
  15. Keluarga, terutama ibu punya peranan besar dalam pendidikan anak usia dini, mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak-anak kecil itu

    ReplyDelete
  16. Pendidikan usia dini berawal ya harus dimulai dari rumah dan keluarga dulu ya kak, Untuk PAUD sendiri, memperlihatkan gimana perkembangan anak usia dini.

    ReplyDelete
  17. Jadi inget anak di rumah yang tahun ini memasuki tahun kedua persiapan masuk ke SD. Pondasi di PAUD ini penting rupanya, sebab perspektif anak terhadap pendidikan selanjutnya tertanam disini.

    ReplyDelete
  18. pro kontra ya pendidikan di usia dini

    akupun belum punya anak jdi ga bis komen byk

    pengennya sih epndidikan dri rumah dulu yang utama..

    tapi jaman skrg berubah,paud pun cukup penting yaa nampaknya

    ReplyDelete
  19. PAUD merupakan tempat pendidikan dasar bagi anak yang cukup penting. karena di sinilah mereka bisa belajar bersosialisasi dengan teman-teman barunya

    ReplyDelete